Waktu Yang Tepat Untuk Mengajukan Pinjaman Untuk Modal Usaha

Waktu Yang Tepat Untuk Mengajukan Pinjaman Untuk Modal Usaha

Sproutseattle –┬áModal seringkali menjadi kendala bagi banyak orang saat memulai atau mengembangkan bisnis. Meskipun saat ini sangat mudah untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

Cukup pilih jenis dan produk pinjaman usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Sama halnya dengan cicilan jangka dan bulanan.

Meski mudah, mengajukan pinjaman ekuitas membutuhkan pemikiran dan perhitungan yang matang. Dengan cara ini, pinjaman dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan atau bisnis Anda.

Pengajuan pinjaman modal usaha juga harus dilakukan pada waktu yang tepat agar tidak menjadi beban keuangan pribadi atau keuangan usaha. Inilah waktu terbaik untuk mengajukan pinjaman modal usaha:

1. Ketika Anda ingin memulai bisnis, tetapi Anda kekurangan uang

Ini sangat sering terjadi. Anda ingin membuka usaha, tetapi tidak memiliki cukup modal atau tabungan yang cukup. Misalnya, setelah dihitung, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis A adalah Rs 20 juta.

Namun, ia hanya memiliki uang tabungan sebesar Rp10 juta. Kekurangan modal kerja ini dapat ditutupi dengan pinjaman. Pinjaman untuk sesuatu atau kegiatan produktif, seperti membuka usaha, tidak menjadi masalah.

Karena dari kegiatan bisnis tersebut anda bisa menghasilkan produk yang bisa dijual dan menghasilkan keuntungan. Keuntungan ini dapat disisihkan untuk membayar cicilan pinjaman.

Pastikan untuk mengajukan pinjaman modal usaha jika diperlukan. Sedangkan besaran cicilan dan jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan kemampuan Anda untuk membayar, sehingga Anda dapat membayar tepat waktu.

2. Dalam keadaan darurat

Setiap bisnis melibatkan risiko. Risiko ini bisa muncul saat Anda baru memulai bisnis, di tengah jalan, atau saat bisnis sedang berkembang.

Misalnya, masa pandemi yang berlangsung lebih dari dua tahun. Banyak pengusaha atau perusahaan yang mengalami penurunan omset secara drastis.

Finansial ‘berdarah’, cash flow dari positif ke negatif, banyak PHK. Dalam kondisi seperti ini, tentunya Anda membutuhkan suntikan dana baru berupa pinjaman modal usaha, guna menopang dan menyelamatkan usaha dari kehancuran atau kebangkrutan.

Anda dapat mengajukan pinjaman modal usaha untuk membantu Anda keluar dari kesulitan keuangan Anda. Jika disetujui, kelola pinjaman dengan baik sesuai peruntukannya, seperti modal kerja, membuat inovasi produk, antara lain.

Misalnya, pinjaman modal usaha yang Anda keluarkan untuk menciptakan inovasi produk baru untuk meningkatkan penjualan. Dengan manajemen ini, Anda dapat bergerak bebas tanpa stres dan fokus pada strategi pemulihan bencana.

3. Keinginan untuk mengembangkan bisnis

Ketika Anda ingin mengembangkan atau memperluas bisnis Anda, seperti membuka cabang baru, menjajaki ekspor, atau go international, tetapi memiliki modal terbatas, Anda dapat mengajukan pinjaman bisnis.

Memperluas bisnis Anda akan memungkinkan Anda menjangkau lebih banyak pasar, memperkenalkan lebih banyak merek produk untuk meningkatkan penjualan. Agar berjalan lancar dan sesuai jadwal, tahap perluasan ini harus direncanakan dengan matang, termasuk modal yang dibutuhkan.

4. Hutang sebelumnya sudah lunas atau tidak ada hutang lain

Hindari menggali lubang untuk menyumbat lubang dalam menyelesaikan masalah keuangan, baik keuangan pribadi maupun profesional. Jika ingin mengajukan pinjaman baru, pastikan pinjaman lama sudah lunas.

Atau hutang lainnya. Hal ini untuk menghindari munculnya masalah keuangan yang lebih rumit. Memang, rasio utang berpotensi melebihi ambang batas keamanan karena beberapa kewajiban pinjaman.

Misalnya, Anda memiliki biaya pinjaman mobil. Jadi, Anda ingin membuka usaha dengan mengajukan pinjaman modal usaha. Bukankah itu akan menjadi beban keuangan Anda di masa depan?

Apalagi berpotensi menimbulkan cacat. Karena Anda kesulitan membayar cicilan yang mengikuti setiap bulannya. Oleh karena itu, Anda harus membayar cicilan kredit mobil terlebih dahulu.

Kemudian ajukan pinjaman modal usaha. Dengan cara ini, uang usaha hanya akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman modal usaha, bukan cicilan kredit lainnya.

Lainnya:

Pinjaman bunga rendah